CATAHU 2025: Pendampingan dan Penanganan Kasus Savy Amira

Sepanjang tahun 2025 lalu, terdapat 139 kasus kekerasan berbasis gender yang kami dampingi.

Dalam perjalanannya, kami masih menghadapi berbagai tantangan: masih kuatnya stigma terhadap korban, minimnya pemahaman aparat penegak hukum terkait perspektif korban, terbatasnya akses layanan yang terintegrasi, hingga reviktimisasi yang dialami korban baik dalam proses hukum maupun lingkungan sosialnya.

Di sisi lain, terdapat capaian yang menggemberikan dalam penguatan kapasitas korban untuk menyuarakan haknya, meningkatnya koordinasi antar-lembaga layanan, serta penggunaan strategi pendampingan berbasis pada keinginan korban yang semakin dipraktikkan secara konsisten. Kami belajar bahwa pendampingan yang mengedepankan prinsip kepercayaan, kerahasiaan, non-diskriminasi dan pemberdayaan dapat membantu korban dalam mengambil keputusan secara mandiri.

Ke depannya, diperlukan sistem rujukan yang lebih terintegrasi, peningkatan kapasitas aparat dalam perspektif gender dan HAM, serta kebijakan yang lebih berpihak pada keadilan dan hak-hak korban, termasuk layanan pemulihan yang lebih aman dan inklusif bagi korban kekerasan berbasis gender ✨