Didukung oleh Indonesia untuk Kemanusiaan, melalui program Fellowship Akar Daya, kami berupaya untuk memperluas dampak kami dengan memberdayakan sumber daya internal kami. Sebagai lembaga layanan yang memberikan pendampingan psikologis bagi para korban KBG, salah satu keunggulan kami adalah memiliki sumber daya manusia yang kuat pada bidang psikologi. Kami percaya, masyarakat yang sehat dan berdaya terwujud bukan hanya melalui ruang konseling, tetapi juga melalui lingkungan kerja yang sehat. Maka, kami memutuskan memberdayakan keunggulan kami dengan berkontribusi dalam penguatan kapasitas SDM perusahaan.
Kami pun dipercaya oleh Fairway Nine Mall Surabaya untuk memberikan Mini-Workshop kepada karyawan mereka yang berada pada fungsi layanan, yaitu tim Security, tim Cleaning Service, dan tim Parking. Materi yang diberikan adalah terkait strategi komunikasi kepada customer, bertujuan untuk memperkuat keterampilan para karyawan yang sebagian besar masih baru pada posisi mereka dalam memberikan pelayanan terbaik pada customer dan menangani berbagai situasi ketika menghadapi customer. Mini-Workshop dilaksanakan pada 26 Mei 2026 dan 29 Mei 2026, diikuti oleh total 68 karyawan yang terbagi antara 2 hari tersebut. Fasilitator pada Mini-Workshop ini adalah Bapak Jefri Setyawan, S.Psi., M.A., yang merupakan Dosen Fakultas Psikologi Universitas Surabaya.
Pelatihan diawali dengan sesi interaktif. Peserta diminta memilih satu gambar dari beragam gambar yang tersedia, yang menurut mereka menggambarkan hal yang menyenangkan dari pekerjaan yang mereka jalani, kemudian berbagi cerita tentang alasan di balik pilihan tersebut. Pak Jefri selaku fasilitator menyampaikan bahwa sesi ini bertujuan untuk mengajak peserta menyadari motivasi mereka dan apa yang membuat mereka senang dalam menjalani pekerjaan mereka. Penting untuk menemukan hal yang menyenangkan dari pekerjaan kita, agar motivasi tetap terjaga dan kita dapat tetap tenang serta ramah ketika menghadapi customer.
Memasuki sesi utama, peserta dilatih untuk memahami pentingnya sikap dan perilaku saat berhadapan dengan customer, mulai dari pentingnya menjaga penampilan fisik yang bersih dan rapi, penerapan budaya 3S (Senyum, Sapa, Salam), hingga cara menghadapi berbagai bentuk komplain dari customer secara profesional. Pak Jefri juga menekankan pentingnya belajar berempati ketika menghadapi customer. Dengan memperkuat empati, karyawan dapat lebih mengenali dan menyadari kebutuhan serta kondisi customer sehingga dapat memberikan sikap maupun pelayanan yang lebih tepat.
Pelatihan pun dilanjutkan dengan sesi Role Play. Skenario pada sesi Role Play dibagi menjadi tiga, mewakili setiap posisi dari karyawan yang hadir, guna memudahkan pemahaman para peserta dalam bagaimana menghadapi customer ketika menyampaikan komplain mereka, mengekspresikan ketidakpuasan mereka maupun menghadapi situasi pelayanan menantang lainnya. Pelatihan pun ditutup dengan sesi sharing dari para peserta, beberapa peserta membagikan praktik baik mereka ketika melakukan tugas mereka. Sesi ini bertujuan agar para peserta dapat saling belajar dari satu sama lain.
Pasca Mini-Workshop, kami melakukan asesmen untuk melakukan pemetaan awal kompetensi dari para karyawan yang mengikuti Mini-Workshop. Asesmen ini juga bertujuan untuk mengidentifikasi area yang perlu penguatan serta mengevaluasi kontribusi Mini-Workshop yang telah kami laksanakan. Hasil asesmen menjadi dasar bagi kami untuk menyusun rekomendasi program pengembangan lanjutan bagi para karyawan Fairway Nine Mall Surabaya.
Bagi teman-teman yang lembaga atau perusahaannya membutuhkan penguatan kapasitas, dapat berdiskusi dengan kami atau menyampaikan kebutuhan kalian melalui bit.ly/kerjasamasavyamira.







