{"id":3943,"date":"2026-10-28T16:11:03","date_gmt":"2026-10-28T09:11:03","guid":{"rendered":"https:\/\/savyamirawcc.com\/?p=3943"},"modified":"2026-10-28T16:11:03","modified_gmt":"2026-10-28T09:11:03","slug":"siaran-pers-perkuat-ruang-perawatan-kolektif-bagi-pembela-ham-perempuan-jaringan-ppham-jawa-timur-gelar-dialog-kebijakan-multipihak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/savyamirawcc.com\/en\/siaran-pers-perkuat-ruang-perawatan-kolektif-bagi-pembela-ham-perempuan-jaringan-ppham-jawa-timur-gelar-dialog-kebijakan-multipihak\/","title":{"rendered":"SIARAN PERS Perkuat Ruang Perawatan Kolektif bagi Pembela HAM Perempuan, Jaringan PPHAM Jawa Timur Gelar Dialog Kebijakan Multipihak"},"content":{"rendered":"<p><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-3944\" src=\"https:\/\/savyamirawcc.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/img1.jpg\" alt=\"\" width=\"899\" height=\"674\" srcset=\"https:\/\/savyamirawcc.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/img1.jpg 899w, https:\/\/savyamirawcc.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/img1-300x225.jpg 300w, https:\/\/savyamirawcc.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/img1-768x576.jpg 768w, https:\/\/savyamirawcc.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/img1-16x12.jpg 16w\" sizes=\"(max-width: 899px) 100vw, 899px\" \/><\/p>\n<p><b><i>Surabaya, 26 Oktober 2026<\/i><\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jaringan Perempuan Pembela Hak Asasi Manusia (PPHAM) Jawa Timur menyelenggarakan Dialog Kebijakan Multipihak terkait Pelindungan Pembela Hak Asasi Manusia (PPHAM) di Jawa Timur. Kegiatan ini difasilitasi oleh Yayasan Savy Amira Women\u2019s Crisis Centre, berlangsung di Surabaya pada 26 Oktober 2026.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dialog ini diselenggarakan sebagai ruang kolaborasi untuk membangun ruang diskusi yang konstruktif tentang kebijakan pelindungan PPHAM, sekaligus memperkuat sinergi antara organisasi masyarakat sipil (OMS), pemerintah, dan aparat penegak hukum (APH). Melalui kegiatan ini, para aktivis dan praktisi hak-hak perempuan dan kelompok rentan diharapkan dapat membangun pemahaman bersama tentang tantangan dan kebutuhan pelindungan PPHAM, serta menyusun rekomendasi kebijakan. Rekomendasi tersebut akan menjadi dasar bagi upaya advokasi dan pengembangan sistem pelindungan PPHAM yang lebih efektif, inklusif, dan berkelanjutan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kegiatan ini difasilitasi oleh Ana Abdillah, Direktur Jombang Women\u2019s Crisis Centre, dan dihadiri oleh 21 lembaga yang bergerak di isu hak-hak perempuan dan kelompok rentan. Hadir pula perwakilan instansi pemerintah, di antaranya Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) tingkat kota dan provinsi, serta kepolisian.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dialog ini juga berangkat dari realitas pengalaman kekerasan fisik dan nonfisik yang dialami oleh Perempuan Pembela HAM dalam menjalankan kerja-kerja mereka. Misalnya, pengalaman Yayasan Savy Amira yang pernah mengalami kekerasan di mana kantor mereka dilempari batu dan diserang karena mendampingi korban kekerasan berbasis gender. Data dari Komnas Perempuan,\u00a0 melalui <\/span><a href=\"https:\/\/komnasperempuan.go.id\/catatan-tahunan-detail\/catahu-2025-menguatkan-data-mengatasi-kerentanan-mendesak-negara-bersikap-untuk-keadilan-korban\"><span style=\"font-weight: 400;\">CATAHU 2025<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, menunjukkan bahwa Perempuan Pembela Hak Asasi Manusia (PPHAM) menghadapi berbagai bentuk kekerasan, seperti kriminalisasi, intimidasi, serta penangkapan yang tidak sesuai prosedur. Relasi antara korban dan pelaku dalam kasus-kasus tersebut memperlihatkan ketimpangan kuasa yang signifikan, mengingat pelaku berasal dari institusi yang memiliki otoritas, seperti aparat penegak hukum, kepolisian, lembaga pendidikan, instansi pemerintah, maupun korporasi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Realitas ini menunjukkan tingkat resiko yang harus dialami oleh Perempuan Pembela HAM, sehingga mekanisme pelindungan, pencegahan, dan pemulihan untuk PPHAM menjadi sangat diperlukan.<\/span><\/p>\n<p><b>Memperkuat Kebijakan bagi Perempuan Pembela HAM<\/b><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-3945\" src=\"https:\/\/savyamirawcc.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/img2.jpg\" alt=\"\" width=\"899\" height=\"705\" srcset=\"https:\/\/savyamirawcc.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/img2.jpg 899w, https:\/\/savyamirawcc.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/img2-300x235.jpg 300w, https:\/\/savyamirawcc.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/img2-768x602.jpg 768w, https:\/\/savyamirawcc.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/img2-15x12.jpg 15w\" sizes=\"(max-width: 899px) 100vw, 899px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dialog ini menghadirkan empat narasumber dengan perspektif yang saling melengkapi:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Devi Rahayu, Komisioner Komnas Perempuan, memaparkan konstruksi hukum dan upaya Komnas Perempuan dalam pelindungan PPHAM di Indonesia.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Perwakilan DP3AK Provinsi Jawa Timur menyampaikan strategi pemerintah dalam memperkuat peran PPHAM dan layanan berbasis masyarakat untuk pelindungan perempuan dan anak.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Andri Umar Sidik, S.T., Kepala Perwakilan LPSK Jawa Timur, menjelaskan pelindungan bagi korban dan pembela HAM.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Amira Paripurna, S.H., LL.M., Ph.D., akademisi Fakultas Hukum Universitas Airlangga, mengulas safeguarding dalam perspektif hukum pidana, mencakup penanganan pelanggaran dan pelindungan hukum bagi PPHAM.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dialog ini memperkuat komitmen Jejaring PPHAM, LPSK, Pemprov untuk membangun mekanisme pelindungan pencegahan, penanganan dan pemulihan bagi PPHAM\u00a0 yang mengalami segala bentuk kekerasan dan ancaman dalam menjalankan kerja-kerja advokasi dan pembelaan HAM.<\/span><\/p>\n<p><b>Lahirnya Jaringan PPHAM Jawa Timur sebagai Ruang Perawatan Kolektif<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kerja-kerja hak asasi manusia kerap menuntut para pembelanya untuk terus hadir bagi orang lain, sementara kebutuhan mereka sendiri akan rasa aman dan pemulihan sering tertinggal. Dari kesadaran itulah Jaringan PPHAM Jawa Timur lahir: sebuah jejaring baru yang dirancang sebagai ruang perawatan kolektif, tempat para pembela HAM tidak berjalan sendirian.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jaringan ini mempertemukan organisasi masyarakat sipil, pemerintah, dan aparat penegak hukum dalam satu semangat solidaritas bersama. Di dalamnya, informasi dan pembelajaran dibagikan secara terbuka, koordinasi dan mekanisme rujukan diperkuat, dan setiap pihak saling menopang ketika ada lembaga atau pembela HAM yang menghadapi risiko. Perawatan di sini dipahami bukan semata sebagai urusan pribadi masing-masing pembela HAM, melainkan tanggung jawab solidaritas bersama yang dirawat melalui lintas sektor.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Melalui ruang ini, Jaringan PPHAM Jawa Timur berharap dapat mendorong kebijakan dan praktik pelindungan yang lebih peka terhadap kebutuhan nyata para pembela HAM, terutama perempuan dan kelompok rentan, sehingga mereka dapat terus bekerja dengan rasa aman, didengar, dan didukung.<\/span><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Surabaya, 26 Oktober 2026 Jaringan Perempuan Pembela Hak Asasi Manusia (PPHAM) Jawa Timur menyelenggarakan Dialog Kebijakan Multipihak terkait Pelindungan Pembela [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":3944,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","ast-disable-related-posts":"","theme-transparent-header-meta":"default","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"set","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-3943","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/savyamirawcc.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3943","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/savyamirawcc.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/savyamirawcc.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/savyamirawcc.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/savyamirawcc.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3943"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/savyamirawcc.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3943\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3946,"href":"https:\/\/savyamirawcc.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3943\/revisions\/3946"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/savyamirawcc.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3944"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/savyamirawcc.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3943"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/savyamirawcc.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3943"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/savyamirawcc.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3943"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}