{"id":3933,"date":"2026-09-29T16:49:16","date_gmt":"2026-09-29T09:49:16","guid":{"rendered":"https:\/\/savyamirawcc.com\/?p=3933"},"modified":"2026-09-30T15:02:50","modified_gmt":"2026-09-30T08:02:50","slug":"membangun-dan-memelihara-ruang-aman-perempuan-di-ranah-digital-dengan-mengenali-serta-melawan-love-scam-berbasis-ai","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/savyamirawcc.com\/en\/membangun-dan-memelihara-ruang-aman-perempuan-di-ranah-digital-dengan-mengenali-serta-melawan-love-scam-berbasis-ai\/","title":{"rendered":"Membangun dan Memelihara Ruang Aman Perempuan di Ranah Digital dengan Mengenali serta Melawan Love Scam Berbasis AI"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Eka Wulan Sari (mahasiswa magang Universitas Muhammadiyah Malang)<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Savy Amira bekerja sama dengan Wiloka Society Peer Group Psikologi Sosial Fakultas Psikologi Universitas Surabaya dan Hope Helps ITS, serta didukung oleh platform <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">dating app<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> OMI menyelenggarakan acara <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">talkshow<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> \u201cMemelihara Ruang Aman Perempuan di Ranah Digital: Mengenali dan Melawan<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> Love Scam<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> Berbasis AI di Dunia <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Dating Online<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201d. Kegiatan yang berlangsung secara <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">hybrid<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> pada Minggu, 20 September ini dilaksanakan secara luring di Ruang Serbaguna Fakultas Psikologi UBAYA, Jl. Kalirungkut, Tenggilis Mejoyo, Surabaya. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Talkshow<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> ini hadir di tengah kekhawatiran terhadap berkembangnya fenomena <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">love scam<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> berbasis <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">AI <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">di platform <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">dating app<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Perempuan menjadi salah satu kelompok yang rentan menghadapi modus penipuan tersebut. Selain berpotensi menyebabkan kerugian finansial, terdapat juga dampak psikologis dari <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">love scam <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang seringkali luput dari perhatian. Melalui kegiatan ini, peserta diajak untuk memahami bagaimana <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">love scam<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> terjadi serta mengenali perkembangan modusnya di tengah kemajuan teknologi kecerdasan buatan (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">AI<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) dalam dunia <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">dating online<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-3934 size-full\" src=\"https:\/\/savyamirawcc.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/sav.jpg\" alt=\"\" width=\"598\" height=\"398\" srcset=\"https:\/\/savyamirawcc.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/sav.jpg 598w, https:\/\/savyamirawcc.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/sav-300x200.jpg 300w, https:\/\/savyamirawcc.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/sav-18x12.jpg 18w\" sizes=\"(max-width: 598px) 100vw, 598px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kegiatan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">talkshow<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> ini menghadirkan tiga orang narasumber serta dihadiri oleh kurang lebih 60 peserta. Acara diawali dengan sambutan dari Ketua Savy Amira, Siti Mazdafiah, dan perwakilan platform <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">dating app<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> OMI, Lukas ling. Usai sambutan, kegiatan berlanjut pada sesi utama <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">talkshow<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang diawali dengan pengenalan moderator dan ketiga narasumber. Sesi diskusi dipandu oleh Siti Yunia Mazdafiah selaku Ketua Savy Amira sebagai moderator. Pembahasan diawali dengan perspektif mengenai pengalaman korban dan kerentanan terhadap <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">love scam<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, kemudian dilanjutkan dengan aspek keamanan digital serta langkah yang dapat dilakukan ketika menjadi target penipuan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Love scam<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> merupakan bentuk penipuan yang dilakukan dengan membangun hubungan emosional palsu untuk memperoleh keuntungan, baik secara finansial, emosional, maupun melalui eksploitasi. Dalam pemaparannya, Rumaysha, selaku Anggota Satgas PPKS Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) unsur dosen, membagikan sejumlah kasus kekerasan berbasis gender <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">online<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (KBGO) yang terjadi di ITS. Berdasarkan informasi yang disampaikan, terdapat sembilan kasus KBGO yang tercatat sejak awal tahun hingga September, dengan korban dalam kasus-kasus tersebut merupakan laki-laki. Salah satu kasus yang disampaikan melibatkan peretasan akun dan penyalahgunaan foto korban. Pelaku menggunakan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">AI<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> untuk merekayasa sekitar 25 foto korban sehingga tampak seolah-olah menawarkan layanan open BO, kemudian menyebarkannya tanpa sepengetahuan korban. Rumaysha menekankan bahwa meskipun foto tersebut merupakan hasil rekayasa, dampaknya tetap dapat mengganggu dan memengaruhi kondisi korban. Lebih lanjut, Rumaysha menyampaikan bahwa perempuan termasuk kelompok yang rentan menjadi korban<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> love scam.<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> Ia menyebutkan sekitar 60% korban merupakan perempuan, yang menurutnya dapat dipengaruhi oleh tekanan sosial dan ekspektasi gender tradisional, stereotip mengenai kerentanan emosional perempuan sehingga dianggap lebih mudah dimanipulasi, serta kondisi seperti kesepian, sedang lajang, atau baru mengalami putus hubungan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pembahasan dilanjutkan oleh Iptu Wiwit dari Direktorat Reserse Siber Polda Jawa Timur. Dalam pemaparannya, Iptu Wiwit menyampaikan bahwa terdapat lebih dari 53 korban <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">love scam<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang teridentifikasi di Jawa Timur dan sekitarnya sepanjang 2026, dengan total kerugian mencapai Rp1,1 miliar dan tiga tersangka yang telah ditangkap. Ia juga menjelaskan bahwa korban juga tidak terbatas pada warga dalam negeri, karena pelaku dapat menyasar individu dari luar negeri. Selain itu, Iptu Wiwit menjelaskan bahwa pelaku dapat menggunakan identitas palsu, termasuk menyamar dengan identitas gender yang berbeda. Beberapa ciri visual yang dapat menjadi indikasi yaitu adanya rekayasa digital atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">deepfake<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, seperti ketidaksesuaian gerakan bibir dengan audio, kedipan mata yang tidak natural, serta distorsi bayangan di sekitar pipi dan leher.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam menghadapi potensi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">love scam<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, Iptu Wiwit mengingatkan masyarakat untuk tidak sembarangan memberikan informasi pribadi, seperti alamat rumah, kendaraan, nomor polisi, nomor telepon, maupun data pribadi lainnya. Korban yang telah menjadi target dapat segera menghentikan transaksi, mengamankan bukti digital, dan melaporkan kasus kepada SPKT Ditressiber Polda Jatim atau ke pihak berwenang lainya. Bukti yang perlu disiapkan antara lain <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">screenshot<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> percakapan, bukti transaksi, serta tautan atau informasi kontak yang berkaitan dengan pelaku.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selanjutnya, Tiwi, selaku <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Co-Founder<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> Savy Amira dan Direktur KSGK Fakultas Psikologi Universitas Surabaya, memperkuat pembahasan sebelumnya melalui materi tentang \u201cMenjaga Batas, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Agency,<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan Keamanan Relasional dalam <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Dating Online<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.\u201d Tiwi menjelaskan bahwa <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">love scam<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> berlangsung melalui proses yang panjang dan tidak hanya menimbulkan kerugian finansial, tetapi juga dapat mempengaruhi identitas diri korban karena hubungan yang diyakini nyata ternyata merupakan hasil manipulasi. Menurut Tiwi, setelah pelaku membangun keterikatan emosional, seperti kepercayaan dan kedekatan, hubungan tersebut dapat berubah menjadi tekanan bagi korban. Ketika penipuan terungkap, korban dapat merasa malu, bodoh, dan tertipu. Kondisi tersebut semakin berat karena <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">victim blaming<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> di Indonesia masih kerap terjadi, sehingga korban\u00a0 cenderung memilih untuk\u00a0 menutup diri dan semakin terisolasi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam pemaparannya, Tiwi juga menjelaskan pola-pola pendekatan yang digunakan pelaku <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">love scam<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Dan jika seseorang terdampak<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> love scam<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, Tiwi menekankan pentingnya mengurangi rasa malu dan mencari bantuan dari orang yang dipercaya. Sementara itu, ketika menemukan seseorang yang menjadi korban, dukungan sebaiknya diberikan melalui solidaritas, bukan dengan menyalahkan korban.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah seluruh narasumber menyampaikan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi bersama peserta. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan terkait fenomena <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">love scam<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan keamanan dalam berinteraksi di dunia <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">dating online<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Pihak platform <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">dating app<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> OMI turut membagikan beberapa tips untuk menjaga keamanan saat menggunakan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">dating app<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Beberapa tips tersebut sebagai berikut:\u00a0<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Prioritaskan pengguna yang telah terverifikasi:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Memanfaatkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Verified Badge<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> sebagai salah satu indikator awal untuk mengenali akun yang telah melalui proses verifikasi.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Tetap berkomunikasi di dalam platform pada tahap awal:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Memanfaatkan fitur obrolan resmi pada tahap awal untuk mendapatkan perlindungan dari sistem keamanan platform.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Pisahkan hubungan emosional dari urusan finansial:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Waspada terhadap segala bentuk permintaan uang, investasi, atau data pribadi sensitif.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Lakukan pertemuan offline dengan aman: <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">Memilih lokasi publik yang ramai untuk pertemuan pertama dan selalu menginformasikannya kepada kerabat.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah sesi diskusi berakhir, kegiatan ditutup dengan pemberian sertifikat penghargaan dan\u00a0 kenang-kenangan kepada para narasumber.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Silahkan akses materi lengkap <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">talkshow<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> melalui <\/span><a href=\"https:\/\/bit.ly\/materitalkshowlovescam\"><span style=\"font-weight: 400;\">https:\/\/bit.ly\/materitalkshowlovescam<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Penulis: Eka Wulan Sari (mahasiswa magang Universitas Muhammadiyah Malang) Savy Amira bekerja sama dengan Wiloka Society Peer Group Psikologi Sosial [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":3934,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","ast-disable-related-posts":"","theme-transparent-header-meta":"default","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"set","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-3933","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/savyamirawcc.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3933","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/savyamirawcc.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/savyamirawcc.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/savyamirawcc.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/savyamirawcc.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3933"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/savyamirawcc.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3933\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3937,"href":"https:\/\/savyamirawcc.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3933\/revisions\/3937"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/savyamirawcc.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3934"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/savyamirawcc.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3933"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/savyamirawcc.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3933"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/savyamirawcc.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3933"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}